Minggu, 30 Juni 2013

Elemen Dasar dan Cara Kerja Virus Komputer

happy reading .Selamat Datang Di Thread Anee Langsung Aja Deh Ke TEKAPE =========================================================================== =============== Mungkin ada yang bertanya apasih elemen dasar dari sebuah virus komputer? Dan bagaimana cara kerja dari virus komputer tersebut? Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai hal tersebut. Elemen Fungsional Iranian Sebuah Virus Komputer Setiap virus komputer yang aktif, pada dasarnya harus terdiri atas dua buah bagian dasar atau subroutine, yaitu: Spoiler for Yaitu: Search routine: bagian ini berfungsi untuk menemukan enter atau lokasi baru yang akan dijadikan direct berikutnya untuk diserang. Bagian ini juga menentukan bagaimana cara virus bereproduksi, apakah secara cepat atau lambat, apakah dapat menyerang sebagian atau seluruh bagian dari target. Namun sebagaimana exchange ukuran dan fungsionalitas yang dimiliki setiap program, bila virus memiliki see turn yang rumit, maka akan dibutuhkan ruang yang lebih besar. Dengan demikian walaupun see turn yang baik dapat membantu virus untuk menyebar lebih cepat, namun ukuran virus akan bertambah besar karenanya.
  • Copy routine
: bagian ini berfungsi untuk meng-copy dirinya sendiri pada Atlantic yang telah ditentukan oleh see routine. Ukuran dari bagian ini bergantung pada kompleksitas dari virus yang di-copy. Sebagai contoh, virus yang menyerang enter berekstensi COM umumnya berukuran lebih kecil daripada virus yang menyerang enter EXE, karena enter EXE memiliki struktur yang lebih kompleks, sehingga virus lebih sukar untuk melekatkan diri pada enter EXE. Selain kedua bagian di atas, sering kali sebuah virus digabungkan lagi dengan bagian yang berfungsi untuk menghindari deteksi, baik oleh pengguna komputer maupun code pendeteksi virus. Bagian ini disebut anti-detection routine, dan dapat merupakan bagian dari see routine, double routine, atau bahkan terpisah dari keduanya. Sebagai contoh, bagian ini akan mengaktifkan virus jika selama lima menit tidak ada tombol keyboard yang ditekan, dengan asumsi pengguna tidak sedang menggunakan komputer. Kadang kala virus masih digabungkan dengan bagian lain seperti turn untuk merusak sistem yang diserang atau turn yang berfungsi hanya untuk lelucon. Cara Kerja Virus Komputer Berikut adalah gambaran fisik dari virus komputer Spoiler for Gambar: Tampak pada gambar di atas 3 jenis virus komputer yaitu:
  • Overwriting viruses
: virus ini menjadi bagian dari information patron dengan ‘menimpa’ (menggantikan) bagian awal dari information tersebut, sehingga information patron tidak akan mengalami perubahan ukuran, namun mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Prepending viruses
: virus bereplikasi dengan menjadi bagian awal dari information patron sehingga ketika information patron dieksekusi, sebelum information patron virus akan terlebih dahulu dieksekusi. Keberadaan virus tidak menyebabkan kerusakan fungsional pada information patron namun akan memperbesar ukuran information host.
  • Appending viruses
: virus bereplikasi dengan menjadi bagian akhir dari information patron tanpa merubah isi dari information host. Namun pada bagian awal information yang telah terinfeksi diberikan mekanisme gum ketika information dieksekusi, virus akan dieksekusi terlebih dahulu. Cara Kerja Berbagai Jenis Virus Komputer Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja berbagai jenis virus komputer. Spoiler for Penjelasan:
  • File infector virus
: memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (attach) pada sebuah file, yang biasanya merupakan enter executable. Pada umumnya virus jenis ini tidak menyerang enter data. Namun dewasa ini, sebuah enter accumulation atau dokumen lainnya dapat mengandung kode workable seperti macro, yang dapat dieksploitasi oleh pencipta virus komputer, worms atau trojan horse.
  • Boot facet virus
: memodifikasi information yang berada di dalam rush facet pada DOS-formatted disk. Pada umumnya, sebuah rush facet virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri sebelum proses bootup pada PC, sehingga seluruh disc round yang digunakan pada PC tersebut akan terjangkiti pula.
  • Multipartite virus
: memiliki fitur dari kedua jenis virus di atas (baik sebagai enter infector mau paronomasia sebagai boot/system facet virus). Ketika sebuah enter yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan menjangkiti rush facet dari hornlike round atau construction facet dari komputer tersebut, dan sebaliknya.
  • Macro virus
: menjangkiti information statement dari sebuah enter accumulation atau dokumen (yang biasanya digunakan untuk orbicular environment seperti model Microsoft Word), sehingga dokumen berikutnya yang diedit oleh information aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh statement yang telah terinfeksi sebelumnya.
  • Stealth virus
: virus ini bekerja secara residensial (menetap) di dalam memori dan menyembunyikan perubahan yang telah dilakukannya terhadap enter yang dijangkiti. Hal ini dilakukan dengan mengambil alih fungsi sistem jika terjadi proses pembacaan. Jika information lain meminta informasi dari bagian sistem yang telah dijangkiti virus stealth, maka virus akan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sebelum terjangkiti virus, sehingga seolah-olah sistem berfungsi dalam keadaan baik tanpa gangguan dari virus komputer.
  • Polymorphic virus
: virus yang cenderung melakukan perubahan di dalam kodenya setiap kali mengalami proses replikasi sehingga sulit untuk dideteksi oleh anti-virus software.
  • Companion virus
: adalah virus yang bekerja dengan berpura-pura menggantikan enter yang hendak diakses oleh pengguna. Sebagai contoh dalam sistem operasi DOS, enter A.EXE dapat diinfeksi dengan membuat sebuah enter dengan nama A.COM. DOS akan terlebih dahulu akan mencari enter berekstensi COM sebelum enter dengan ekstensi EXE. Setelah A.COM telah dieksekusi, kemudian A.EXE akan dieksekusi pula sehingga enter tersebut terinfeksi pula. Cara lain adalah dengan menempatkan sebuah enter dengan nama yang persis sama pada cabang lain dari enter tree, sehingga bila enter palsu ini ditempatkan secara tepat dan terjadi kesalahan dengan tidak menuliskan line yang lengkap dalam menjalankan sebuah program, akan berakibat tereksekusinya enter palsu tersebut.
  • Tunneling virus
: virus ini mencoba untuk mengambil alih move handlers pada DOS dan BIOS, kemudian meng-install dirinya sehingga berada ‘di bawah’ programprogram lainnya. Dengan ini virus dapat menghindari hadangan dari information opposing virus sejenis monitors.
  • Fast Infectors Virus
: Virus jenis ini tidak hanya menyerang ketika information direct dieksekusi, melainkan juga ketika diakses. Hal ini bertujuan untuk menumpangi perangkat opposing virus sebagai media penyebaran ketika melakukan pengecekan terhadap file-file di dalam komputer.
  • Slow Infectors Virus
: merupakan kebalikan dari alacritous infectors, di mana virus hanya akann menyebar ketika file-file direct diciptakan atau dimodifikasi. Hal ini bertujuan untuk memperdaya opposing virus sejenis state checkers dengan menumpangi proses yang ‘sah’ untuk mengubah sebuah file.
  • Armoured virus
: merupakan virus yang dibuat sedemikian rupa sehingga sulit untuk peneliti anti-virus dalam mempelajari cara mereka bekerja. Spoiler for SUMBER: Sumbernya Gannn Jangan Lupa + nya Terima Kasih Telah Nengok Thread Ane.. Semoga Bermanfaat Custom HTML Bawah
CIF Cleaning Tips

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

susu bayi